Tuesday, March 20, 2012

Menghitung Saat Matahari Berada di Titik Vernal Equinox 2012


            Dalam kajian Astronomi, Equinox adalah titik perpotongan antara lingkaran Equatorial dengan lingkaran ekliptika. Titik perpotongan ini dinamakan equinox, karena pada saat matahari berada di titik ini bumi bagian utara dan selatan mengalami lama siang dan malam yang sama masing-masing 12 jam. Istilah Equinox diambil dari bahasa Latin aequus (sama) dan nox (malam).
            Dalam setahun matahari melintasi titik equinox 2 kali, yaitu (kira-kira) pada tanggal 21 Maret dan 22 September. Saat matahari berada di titik equinox pada tanggal 21 Maret, Daerah yang memliki lintang utara antara 23,5o – 60o mengalami musim Semi. Maka Equinox pada tanggal 21 Maret disebut juga Vernal Equinox. Sedangkan Equinox pada tanggal 22 Septtember disebut juga Autumnal Equinox karena pada saat itu, Daerah yang memliki lintang utara antara 23,5o – 60o mengalami musim gugur.
            Menurut Jean Meeus, waktu matahari berada di titik Equinox dapat diketahui secara praktis saat Bujur Geosentrik Matahari 0o dan 180o (dengan koreksi pengaruh Aberasi dan Nutasi). Pada kesempatan kali ini, mari kita belajar bersama menghitung saat matahari berada di titik Vernal Equinox (Beginning of Astronomical Spring) menggunakan Algoritma Jean Meeus.

1. Menghitung dengan Tabel 26.B (Chapter 26)
Y = (Tahun – 2000)/1000
    = (2012 – 2000)/1000
    = 0,012
JDEo = 2451623,80984 + 365242,37404 *Y +0,05169 * Y2 -0,00411 *Y3
            -0,00057 *Y4
JDEo = 2451623,80984 + 365242,37404 *0,012 +0,05169 * 0,0122 -0,00411 *0,0123
            -0,00057 *0,0124
          = 2456006,718
2. Menghitung nilai T, w, ∆λ
T = (JDEo – 2451545,0)/36525
   = (2456006,718 – 2451545,0)/36525
    = 0,122155191

w = 35999,373*T -2,47
    = 4395,04027 derajat
    = 1,309699755 radian

∆λ = 1 +0,0334 *COS(w) +0,0007 *COS(2*w)
      = 1 +0,0334 *COS(1,309699755) +0,0007 *COS(2*1,309699755)
      = 1,00801517

3. Menghitung Koreksi s
Koreksi ini berjumlah 24 periodic terms yang tersedia dalam tabel berikut:
A
B
C
485
324,96
1934,136
203
337,23
32964,467
199
342,08
20,186
182
27,85
445267,112
156
73,14
45036,886
136
171,52
22518,443
77
222,54
65928,934
74
296,72
3034,906
70
243,58
9037,513
58
119,81
33718,147
52
297,17
150,678
50
21,02
2281,226
45
247,54
29929,562
44
325,15
31555,956
29
60,93
4443,417
18
155,12
67555,328
17
288,79
4562,452
16
198,04
62894,029
14
199,76
31436,921
12
95,39
14577,848
12
287,11
31931,756
12
320,81
34777,259
9
227,73
122,114
8
15,45
16859,074

Cara menggunakan koreksi pada tabel ini dengan format:    
A * Cos (B +C *T)
NB: Harus diingat, koefisien B dan C adalah derajat!
S = 485 * Cos (324,96 +1934,136 *T) + 203 * Cos (337,23 +32964,467 *T)
     +199 * Cos (342,08 +20,186 *T) + .....................(dilanjutin sendiri yah..^_^)
S = 72,01961913

4. Menghitung JDE Dynamical Time
JDE (TD)= JDEo + (0,00001 * S) / ∆λ
        = 2456006,718 + (0,00001 * 72,01961913) / 1,00801517
        = 2456006,719

5. Konversi JDE TD ke JDE UT (Chapter 9)
∆T = (-15+((JD -2382148)2)/41048480)/86400
     = 0,001364518 hari
JDE UT = JDE TD - ∆T
               = 2456006,719 - 0,001364518
               = 2456006,718

6. Mengkonversi JDE (UT) menjadi Waktu Lokal (Chapter 7)
Caranya, tambahkan JD dengan 0,5. Z adalah hasil integernya dan F adalah hasil fraction atau desimalnya.
    JDE UT + 0,5
= 2456006,718 + 0,5
            = 2456007,218
Z          = 2456007
F          = 0, 217685868

Jika hasil Z < 2299161, maka A = Z, namun jika Z lebih ataupun sama dengan 2299161, maka menghitung:
α          = INT ((Z -1867216,25)/ 36524,25)
= 16

A          = Z + 1 + α – INT(α/4)
= 2456007 + 1 + 16 -4
= 2456020

Kemudian menghitung:
B         = A + 1524
            = 2457544
C         = INT((B – 122,1)/365,25)
            = 6728
D         = INT(365,25 * C)
            = 2457402
E         = INT((B – D)/30,6001)
            = 4

        Tanggal dan jam saat matahari berada di titik vernal Equinox bisa diketahui dengan menghitung rumus di bawah ini, hasil integernya adalah tanggal dan hasil fraction atau desimalnya adalah jamnya
Dy          = B – D – INT(30,6001 * E) + F
   = 2457544 – 2457402 – INT(30,6001 * 4) + 0,217685868
   = 20,217685868
Tgl          = 20
Jam        = 0,217685868 * 24
               = 5 : 13 : 28 UT

            Bulan (m) saat matahari berada di titik vernal Equinox bisa diketahui dengan
Jika E < 14, maka m = E -1
Jika E = 14 atau 15, maka m = E -13
Karena E = 4, maka:
m         = E -1
            = 3
             Tahun saat matahari berada di titik vernal Equinox bisa diketahui dengan menghitung
Jika m > 2, maka y = C – 4716
Jika m =1 atau 2, maka y = C – 4715
            Karena m = 3, maka:
Y         = C – 4716
            = 6728 – 4716
            = 2012

Jadi Matahari Berada di titik Vernal Equinox adalah pada
tanggal  20 Maret 2012 jam 5 : 13 : 28 UT atau, 20 Maret 2012   jam 12 : 13 : 28 WIB

NB:
untuk periode tahun 1951 – 2050, hasil perhitungan dengan metode ini jika dibandingkan dengan VSOP 87 Theories, mempunyai kesalahan maksimumnya 51 detik. (Jean Meeus).


>>>>>>>>>>>>>Semoga Bermanfaat<<<<<<<<<<<<

Friday, March 16, 2012

Menghitung Data Ephemeris Matahari dengan Algoritma Jean Meeus (Part 1)



            Semenjak penulis masuk Prodi Konsentrasi Ilmu Falak di IAIN Walisongo Semarang, banyak sekali pertanyaan yang penulis pendam mengenai ilmu falak, terutama tentang asal muasal data ephemeris yang selalu digunakan dalam perhitungan. Apalagi ketika salah satu dosen ilmu falak di IAIN Walisongo, Drs. H. Slamet Hambali, Msi mempertanyakan tentang deklinasi dalam data ephemeris itu geodetik atau geosentrik.
            Jika kita melihat data ephemeris, contohnya dalam Winhisab, data-data yang disajikan menggunakan istilah “true” dan ada juga yang menggunakan istilah “apparent”. Jika kita melihat data yang menggunakan istilah “true”, contohnya true obliquity, berarti data tersebut dihitung dari pusat bumi (geosentrik). Sedangkan data dengan istilah “apparent”, berarti data tersebut dihitung berdasarkan koordinat pengamat (toposentrik).
            Sebelum lebih jauh melangkah ke perhitungan data ephemeris matahari, mungkin ada baiknya kita pahami dulu istilah data-data matahari berikut:[1]
a. Ecliptic Longitude   : (Bujur Astronomi matahari) yaitu jarak matahari dari titik Aries
                                       diukur sepanjang lingkaran ekliptika.
b. Ecliptic Lattitude    : Lintang Astronomi matahari) yaitu jarak titik pusat matahari
                                    dari lingkaran ekliptika diukur sepanjang lingkaran kutub ekliptika.
c. Apparent Right Ascension : jarak matahari dari titik Aries diukur sepanjang lingkaran
                                                 ekuator
d. Apparent Declination  : jarak matahari dari ekuator dihitung sepanjang lingkaran
                                           waktu
e. True Geocentric Distance   : Jarak antara bumi dengan matahari dalam satuan AU  
                                                 (1 AU = 150 juta km)
f. Semi Diameter            : Jarak titik pusat matahari dengan piringan luarnya.
g. True Obliquity            : kemiringan ekliptika dari ekuator
h. equation of time           : selisih antara waktu kulminasi matahari hakiki dengan waktu
                                           kulminasi matahari pertengahan.

            Sebenarnya cukup banyak metode menghitung data ephemeris matahari, seperti Algoritma Brown, Algoritma Jean Meeus, VSOP87 Theory dll. Bagi temen-temen yang ingin mendapatkan hasil yang “sangat” akurat, silahkan mencoba menggunakan VSOP87 Theory dengan menggunakan periodic terms (koreksi) sebanyak 2425.. maknyos! silahkan ngitung sendiri. Kalau temen-temen lumayan rajin, mungkin satu semester baru selesai ngitungnya..(lebay...^_^)
Jika kita melihat dalam buku Astronomical Algorithms pada Chapter 24: Solar Coordinat, kita akan menemukan metode perhitungan posisi matahari dengan dua tingkat akurasi, yaitu: Low accuracy dan High accuracy. Namun ternyata tidak semua cara perhitungannya tersedia di chapter tersebut. Kita harus buka bolak-balik beberapa chapter sebelum dan sesudahnya, seperti Chapter 21, Chapter 53, Chapter 11 and nyampe harus buka-buka juga bagian Appendix 2 di akhir buku.dll..(enough confusing...>_<). But, don’t worry, di sini rumus-rumus yang tersebar di Chapter-Chapter tersebut sudah penulis kumpulkan di sini.^_^
            Pada postingan ini, kita akan mencoba dulu menghitung data ephemeris matahari low accuracy.
1. Menghitung data ephemeris matahari Low Accuracy
            Perhitungan dengan metode ini mempunyai akurasi 0,01 derajat dengan tanpa periodic terms (koreksi) bujur dan lintang matahari dan true geocentric distance. Dalam metode ini, posisi matahari dihitung dengan mengasumsikan pergerakan ekliptika secara murni dari bumi, dan mengabaikan gangguan pergerakan ekliptika oleh bulan dan planet-planet yang lain.
            Agar lebih mudah dalam memahami perhitungannya, mari kita coba dengan contoh.
# Menghitung Data Ephemeris matahari
Tanggal 13 Agustus 2012
Jam = 8 : 30 : 00 WIB
A. Menghitung Julian Day (Chapter 7)
            Sebelum masuk ke rumus Julian Day, Tanggal dan Jamnya harus dirubah ke UT atau GMT
8:30:00 WIB  = 1:30:00 GMT
  • Jika bulan > 2, maka M = bulan Y = Tahun
  • Jika bulan = 1 atau 2, maka M = bulan + 12 Y = Tahun - 1
Maka M = 8, dan Y = 2012
A = INT(Y/100)
    = 20
B = 2 – A + INT (A/4)
    = -13
JD = INT(365,25*(Y+4716)) + INT(30,6001*(M+1)) + TGL+(Jam + Menit/60 +Detik/3600)/24 – 1524,5
JD   = 2456152,543

B. Menghitung Julian Day Ephemeris (Chapter 9)
T       = -15 + ((JD – 2382148)2 / 41048480
            = 118,419613 detik
            = 0,001370597 hari
JDE    = JD + T
           = 2456152,544

C. Menghitung Geometric Mean Longitude of the Sun (Chapter 24)
T (TD) = (JDE – 2452545,0) / 36525
            =  0,126147677
Lo = 280,46645 + 36000,76983 * T  + 0,0003032 * T2
     = 280,46645 + 36000,76983 * 0,126147677  + 0,0003032 * 0,1261476772
     = 4821,879932 derajat
     = 141, 879932 derajat
     = 2,476271961 radian

D. Menghitung mean anomaly of the Sun
M = 357,52910 + 35999,05030 * T – 0,0001559 * T2 – 0,00000048 *T3
     = 357,52910 + 35999,05030 * 0,126147677 – 0,0001559 * 0,1261476772
        0,00000048 *0,1261476773
     = 4898,72567 derajat
     = 218,7256699 derajat
     = 3,817483099 radian

E. Menghitung eksentrisitas orbit bumi
e   = 0,016708617 – 0,000042037 *T – 0,0000001236 *T2
     = 0,016708617 – 0,000042037 *0,126147677 – 0,0000001236 *0,1261476772
     = 0,016703312

F. Menghitung persamaan pusat matahari
C     = (1,9146-0,004817 *T - 0,000014 *T2) *SIN (M) + (0,019993 –
           0,000101 *T) * SIN (2*M) + 0,00029 *SIN (3*M)
        = (1,9146-0,004817 *0,126147677 - 0,000014 *0,1261476772) *SIN (3,817483099)
             + (0,019993 – 0,000101 *0,126147677) * SIN (2*3,817483099) + 0,00029
             *SIN (3*3,817483099)
          = -1,17813592

G. Menghitung true longitude matahari
= Lo + C
    = 141, 879932 -1,17813592
    = 140,7017964 derajat
    = 140o 42’ 6,467”

H. Menghitung true anomali matahari
V = M + C
    = 218,7256699 -1,17813592
    =  217,547534 derajat
    = 3,796920748 radian

I. Menghitung Jarak bumi dengan matahari
R = (1,000001018 * (1 – e2)) / (1 + e * Cos (v))
    = (1,000001018 * (1 – 0,0167033122)) / (1 + 0,016703312 * Cos (3,796920748))
    = 1,01313921

J. Menghitung Apparent Longitude Matahari
Pertama hitung dulu koreksinya
= 125,04 – 1934,136 *T
    = 125,04 – 1934,136 *0,126147677
    = -118,9467636 derajat
    = 241,0532364 derajat
    = 4,207172649 radian
Maka Apparent Longitude matahari:
λ =  – 0,00569 – 0,00478 * Sin (Ω)
   = 140,7017964 – 0,00569 – 0,00478 * Sin (4,207172649)
   = 140,7002892 derajat
   = 140o 41’ 1,041”

K. Menghitung Obliquity Ekliptika (Chapter 21)
Pertama menghitung mean obliquity dengan rumus:
U = T/100
     = 0,001261477
Εo = 23o 26’ 21,448” – 4680,93 * U – 1,55 * U2 +1999,25 * U3 -51,38 * U4 -249,67 * U5
      -39,05 * U6 +7,12 * U7 +27,87 * U8 +5,79 * U9 +2,45 * U10
    = 23,43765087 derajat
Sebelum menghitung True obliquity, kita harus menghitung koreksi ∆ε dengan menggunakan tabel di bawah ini yang merupakan tabel terms of the 1980 IAU Theory of Nutations:

Arguments multiple of
Coefficient of the cosine of the arguments
D
Mo
Mc
F
c
0
0
0
0
1
92025
8,9 *T
-2
0
0
2
2
5736
-3,1*T
0
0
0
2
2
977
-0,5*T
0
0
0
0
2
-895
0,5*T
0
1
0
0
0
54
-0,1*T
-2
1
0
2
2
224
-0,6*T
0
0
1
2
2
129
-0,1*T
-2
-1
0
2
2
-95
0,3*T
0
0
1
0
0
-7
0
0
0
0
2
1
200
0
-2
0
0
2
1
-70
0
0
0
-1
2
2
-53
0
0
0
1
0
1
-33
0
2
0
-1
2
2
26
0
0
0
-1
0
1
32
0
0
0
1
2
1
27
0
0
0
-2
2
1
-24
0
2
0
0
2
2
16
0
0
0
2
2
2
13
0
-2
0
1
2
2
-12
0
0
0
-1
2
1
-10
0
2
0
-1
0
1
-8
0
-2
2
0
2
2
7
0
0
1
0
0
1
9
0
-2
0
1
0
1
7
0
0
-1
0
0
1
6
0
2
0
-1
2
1
5
0
2
0
1
2
2
3
0
0
1
0
2
2
-3
0
0
-1
0
2
2
3
0
2
0
0
2
1
3
0
-2
0
2
2
2
-3
0
-2
0
1
2
1
-3
0
2
0
-2
0
1
3
0
2
0
0
0
1
3
0
-2
-1
0
2
1
3
0
-2
0
0
0
1
3
0
0
0
2
2
1
3
0

Sebelum menghitung ∆ε dengan tabel ini, kita menghitung dulu Multiple argumentsnya:
a) D = 297,85036 + 445267,11148*T - 0,0019142*T2 + T3/189474
        = 297,85036 + 445267,11148*0,126147677 - 0,0019142*0,1261476772
           + 0,1261476773/189474
         = 56467,26212 derajat
         = 307,26212 derajat
         = 5,362735705 radian
b) Mo = 357,52772 + 35999,05034*T - 0,0001603*T2 - T3/300000
          = 357,52772 + 35999,05034*0,126147677 - 0,0001603*0,1261476772
            - 0,1261476773/300000
            = 4898,724296 derajat
            = 218,724296 derajat
            = 3,8174591 radian
c) Mc = 134,96298 + 477198,867398*T + 0,0086972*T2 + T3/56250
          = 134,96298 + 477198,867398*0,126147677 + 0,0086972*0,1261476772
             + T3/56250
           = 60332,49175 derajat
           = 212,4917455 derajat
           = 3,708680593 radian
d) F = 93,27191 + 483202,017538*T - 0,0036825*T2 + T3/327270
        = 93,27191 + 483202,017538*0,126147677 - 0,0036825*0,1261476772
          + 0,1261476773/327270
         = 61048,08392 derajat
         = 208,08392 derajat
         = 3,631749591 radian
e) c = 125,04452 - 1934,136261*T + 0,0020708*T2 + T3/450000
         = 125,04452 - 1934,136261*0,126147677 + 0,0020708*0,1261476772
            + 0,1261476773/450000
         = -118,9422435 derajat
         = 241,0577565 derajat
         = 4,207251538 radian

Cara menggunakan tabel di atas adalah dengan format:
Coefficient * Cos (Multiple Arguments)
Baris pertama    = (92025 + 8,9 *T) * Cos (c)
                         = -44533,991913
Baris kedua       = (5736 -3,1 *T) * Cos (-2 *D + 2 * F +2 *c)
                         = 1364,159675
Baris ketiga  = (977 – 0,5*T) * Cos (2 * F +2 *c)
                         = -976,498479
Baris Keempat = (-895 + 0,5 *T) * Cos (2 * c)
                        = 475,773457
Baris kelima = (54 - 0,1 *T) * Cos (Mo)
                        = -42,119080

Silahkan lanjutkan sendiri sampAI baris ke-38. Setelah itu jumlahkan semuanya. Harus diingat, bahwa hasil koreksi dengan tabel ini menggunakan format 0,0001 detik, maka setelah semua koreksi dijumlahkan dibagi 10000, maka akan ketemu:
∆ε = koreksi/10000
     = -4,380447176 detik
     = -0,001216791 derajat
Setelah itu menghitung true obliquity dengan rumus:
ε = Eo + ∆ε
   = 23,43765087 - 0,001216791
   = 23,43643407 derajat
   = 23o 26’ 11,16”

L. Menghitung Apparent Right Ascension (α)
            Sebelum menghitung α, ε harus dikoreksi dengan rumus:
+0,00256 * Cos (Ω)
Maka:
E = ε +0,00256 * Cos (Ω)
    = 23,43643407 + 0,00256 * Cos (4,207172649)
    = 23,43519504 derajat
    = 0,40902131 radian

Menghitung α dengan rumus:
Tan α = Cos (E) * Tan (λ)
          = Cos (23,43519504) * Tan (140,7002892)
          = -36,90530033
nilai α harus sama kuadrannya dengan , maka ditambahkan 180
α  = 180 - 36,90530033
    = 143, 0947 derajat
    = 143o 3’ 40,92”

M. Menghitung Apparent Declination
Sin = Sin E * Sin λ
        = Sin 23,43519504 * Sin 140,7002892
       = 14,58996723 derajat
         = 14o 35’ 23,88”

N. Menghitung Equation of Time (Chapter 27)
y= Tan2 (E/2)
  = Tan2 (23,43643407 /2)
  = 0,043023741
eq = y * Sin (2*Lo) – 2 * e Sin (M) + 4 * e * y * Sin (M) * Cos (2 * Lo) – 0,5 * y2
       * Sin (4* Lo) – 5/4 * e2 * Sin (2 *M)
      = 0,043023741 * Sin (2*141, 879932) – 2 * 0,016703312 *Sin (141, 879932)
         + 4 * 0,016703312 * 0,043023741 * Sin (218,7256699) * Cos (2 * 141, 879932)
          – 0,5 * 0,0430237412 * Sin (4* 141, 879932) – 5/4 * 0,0167033122
         * Sin (2 *218,7256699)
       = -0,0220508 radian
       = -1,263417783 derajat / 15
       = -0,084227852 jam
       = - 5 menit 3,22 detik

O. Menghitung Semi Diameter matahari (Chapter 53)
Sd = 15’ 59,63” / R
     = 15’ 59,63” / 1,01313921
     = 0o 15’ 47,1847”

Kesimpulan:
Data Ephemeris Matahari pada tanggal 13 Agustus 2012 jam 8: 30: 00 WIB
Apparent Longitude        = 140o 41’ 1,041”
True Obliquity                        = 23o 26’ 11,16”
Apparent Right Ascension      = 143o 3’ 40,92”
Apparent Declination      = 14o 35’ 23,88”
Equation of Time                    = - 5 menit 3,22 detik
Semi diameter                        = 0o 15’ 47,1847”
True Geocentric Distance       = 1,01313921 AU


[1] Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik, Yogyakarta: Buana Pustaka, 2004, hal: 153